Hidup Bergirang Sebab Allah Telah, Sedang Dan Akan Menyelamatkan

Hidup Bergirang Sebab Allah Telah, Sedang Dan Akan Menyelamatkan

(1 PETRUS 1 : 3 – 9)

  1. Selamat Paskah. Tentu ucapan selamat ini masih relevan. Walau sudah satu Minggu peringatannya, tapi masih ada yang merayakannya. Berkaitan dengan kebangkitan Yesus ini, Rasul Petrus menyebutkan “Terpujilah …” (ay.3a). Di dalam Alkitab apabila dikatakan “terpuji, kupuji, memuji…”,  tidak terlepas dari kegirangan, sukacita. Bergirang, bersukacita inilah hidup yang dikehendaki Allah dari manusia (Maz. 103 : 31; Ams 8 : 30-31). Dan semua ciptaan bahkan Malaikat, mengungkapkan kegirangannya dengan pujian (Ayub 38 : 4 – 7; Wah. 4 : 6 – 11).Maka bergirang dan memuji Allah mencirikanhidup umat Tuhan (1Pet.2:9; Ep.1:3-14; Pil.1:11). Sebaliknya yang tidak mengenal Allah menolak memuji Allah dan tidak dapat hidup bergirang  dengan sungguh (Rom 1:21; Wah.16:9). 
  2. Jadi apabila Rasul ini mengatakan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus…” (ay.3a) kepadaJemaat Pontius, Galatia, Kapadosia, Asia dan Bitinia, bukan sekedar ungkapan.  Tetapi menunjukkan kedekatannya dengan Allah, dan kesempurnaan kegirangan, sukacitanya kepada Allah yang menyelamatkan. Tidak dibuat-buat. Tapi spontan dari hati terdalam. Pertanyaan, apakah hidup memuji dan bergirang ini masih kita alami ? Atau kadang tertular hidup yang ngetrend pada jaman ini. Yaitu  manusia “bertopeng”. Katanya model hidup sebagian politikus : “teman tetap teman, curiga tetap jalan”. Yang perlu banyak persediaan topeng, cakap meragakan. Semoga tidak digunakan kepada istri, suami, anak-anak dan keluarga. Karena bertopeng tidak dapat bergirang, bersukacita apalagi memuji Allah dari hati. Tetapi berbeban, tidak bebas. Sebab bergirang, bersukacita dan memuji Allah tanpa beban karena Allah membebaskan. Bagaimana kita ?
  3. Bagi Rasul Petrus, orang yang telah hidup dalam Yesus, tidak ada lagi hidup berbeban. Tidak bebas dan selamat. Karena oleh kebangkitan Yesus, setiap orang percaya dibebaskan, diselamatkan sekaligus dalam tiga hal :  
    • Keselamatan dari hidup masa lalu : (yang telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus … kepada hidup penuh pengharapan … ay.3). Bagaimana pun gelapnya hidup masa lalu kita, semuanya telah selesai. Oleh kebangkitan Kristus kita telah dilahirkan kembali jadi manusia baru. Karena itu oleh rakhmat Yesus mari bangkit dengan pengharapan baru. Apa lagi beban ? Ingat Petrus, Maria, Thomas, dlst.
    • Keselamatan masa kini (dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu – ay.5a). Tidak hanya hidup masa lalu dibaharui. Hidup “kini” selama kata kini masih ada, dijamini, dipelihara dalam kekuatan Allah. Apalagi yang kita takutkan ?. Ada diatas kekuatan Allah ? Masih takut, ragu ?  Yang diminta iman kita kepada Yesus dalam hidup ini. Cukup.
    • Keselamatan yang akan datang (Kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir –ay.4 + 5b). Ternyata tidak hanya kehidupan kini dijamini. Keselamatan dan kehidupan zaman akhir juga sudah disediakan. Luar biasa. Sempurna sudah.
  4. Dengan kata lain, tidak ada lagi saat dan ruang tanpa keselamatan oleh dan dalam Kristus. Jaminannya kebangkitanNya. Kalau sudah lengkap dan sempurna, apalagi alasan untuk tidak bergirang, tidak bersukacita dan tidak memuji Allah dalam hidup ini ? Pertanyaan, apakah kita sudah lahir kembali ? Lahir dan hidup dalam Roh ? Ingat Petrus, Perempuan yang mengasihi Yesus, Murid yang meninggalkan Yerusalem pergi ke Emaus karena patah pengharapan, Paulus, dlsb.  Semua menanggalkan hidup sia-sia dan percaya kepada Yesus. Bagaimana kita ? Masih berbeban lagi ?
  5. Ternyata walau sudah diselamatkan, hidup bergirang dan memuji Allah, bukannya tanpa penderitaan dan kesusahan lagi.Banyak penderitaan dan pencobaan harus dihadapi. Bukan karena kejahatan atau perbuatan tidak baik yang mereka lakukan. Tapi karena nama Kristus, karena mereka Kristen(bd.3:14-17;4:14-16). Dan mereka tidak berhenti atau mengelak dari semua itu.Di tengah penderitaan pun mereka bersukacita. Seperti kata Rasul ini : “Bergembiralah akan hal itu …” (ay.6)karena melihat rakhmat, pemeliharaan dan keselamatan kekal yang telah disediakan Allah. Ini lebih berharga dari emas, perak. Sebab itu penderitaan, pencobaan, yang mereka alami mereka lihat dan hargai sebagai ujian yang memurnikan (ay.7). Seperti orang rajin dan pintar, ujian sangat menyukakan. Dia akan naik peringkat. Demikianlah penderitaan, kesusahan, kesulitan tidak dapat merampas kegirangan, sukacita mereka. Mereka menghadapinya dengan sukacita, karena mereka pasti menang dan makin tinggi. Ini yang telah lahir baru. Bagaimana dengan kita ? Apa yang kita lihat dalam hidup ini ?
  6. Masalah kita, apa yang kelihatan dan nyata secara lahiriah, sering jadi ukuran kegirangan, pujian dan iman kita.  Ini membuat kita menderita, dan tidak sampai kepada tujuan iman kita. Kita kerdil. Tidak tumbuh. Tidak seperti bayi yang hidup tidak karena kekuatan, kecerdasannya. Hanya percaya dan mau menerima yang diberikan ibunya. Nama minggu kita : Quasimodogeniti = seperti bayi yang baru lahir. Maka Rasul ini berkata : “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihiNya, kamu percaya kepada Dia …, bergembiran karena sukacita yang mulia … karena telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatn jiwamu” (ay.8-9). Apa tujuan hidup kita ? Selamat bergirang, sebab Allah telah menyelamatkan, sedang menyelamatkan dan akan menyelamatkan kita, Amin.

Comments are closed.