Hanya Bersama Yesus Hidup Terjamin Dan Berkelimpahan

 Hanya Bersama Yesus Hidup Terjamin Dan Berkelimpahan

(Yohannes 10 : 1 – 10 )

  1. Jubilate. Nama Minggu kita. Bukan sekedar bersukacita. Tetapi bergirang. Sebab yang tidak terpikirkan, ia peroleh. Diterima dan dialami. Misalnya Ultah 75 tahun, pernikahan 50 tahun. Atau seperti orang buta sebelum nats kita (Yoh. 9). Walau diintimidasi, diancam, dilarang, dikucilkan Farisi (Yoh. 9 : 22, 34) ia tetap bergirang. Ini Jubilate. Jubilate dikaitkan dengan tindakan Allah. Bukan dari dunia saja. Ini bersukacita. Sebentar lagi hilang.
  2. Perumpamaan dalam Yohanes 10 ini mungkin ada kaitannya dengan yang dialami orang buta yang dicelikkan Yesus (Yoh.9). Tapi tidak wajar sikap kaum Farisi ini. Bahkan kejam. Masak sudah demikian lama ia tergantung dari pengasihan orang di Bait Allah. Karena matanya dicelikkan Yesus, jadi masalah besar. Tidak hanya ia yang diintimidasi. Juga orangtuanya (9 : 22). Tidak hanya itu. Ia diancam, dilarang dan dikucilkan dari agama dan bangsa itu (ay.34). Yesus juga ikut dibenci (ay.40-41). Pada hal kaum Farisi mengaku dan dianggap hamba Tuhan. Gembala domba Allah.  
  3. Wajar kalau Yesus prihatin melihat realita ini. Sehingga Ia memulai pengajarannya dengan kata berulang : “Amen, amen ..” (dengan sesungguhnya, sesungguhnya …) – Aku berkata kepadamu : Siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu …” ( Yoh. 10 : 1). Yesus kecewa menyaksikan yang baru Ia lihat. Ia kasihan melihat domba-domba di Bait itu. Diantaranya yang buta sejak lahir. Yesus menyembuhkan. Tetapi jadi persoalan dan penderitaan baru bagi yang desembuhkan. Itu tidak layak. Apalagi di Bait Allah. Di kandang domba Allah. Namun itulah realita. Persolan dan penderitaan datang juga dari yang menyebut diri gembala domma Allah.
  4. Itulah yang terjadi di dunia. Cuma kalau dikandangnya saja domba tidak aman, tidak terjamin; dimana lagi ?. Inilah dunia. Ke kandang domba Allah juga dimasuki pencuri dan perampok. Mereka datang tidak untuk hidup domba. Tidak untuk kepentingan pemiliknya. Tetapi untuk kepentingan diri pencuri dan perampok. Pertanyaan, kok bisa masuk ? Yesus tegas menyebutkan, itu bukan dari dan oleh diriNya. Itu tidak masuk melalui pintu, tidak melalui Yesus. Tetapi dengan memanjat tembok. 
  5. Tentu keadaan ini tidak dulu saja. Dunia, Gereja, Rumah Tangga dan tempat lainnya terus diintai dan mau digerayangi pencuri dan perampok domba. Artinya tidak ada tempat aman dan terjamin. Cara dan metode mereka jaman ini lebih canggih, demi kepentingan pribadinya. Namun kita tidak usah takut. Sebab “ada gembala yang sungguh, yang masuk dari pintu, yang dipersilahkan penjaga pintu …,” (ay. 2 – 3a). Bersama gembala ini kita terjamin. Dan domba-domba mendengarkan suaranya, sebab :
    • Ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya (ay.3b).
    • Gembala yang masuk dari pintu ini mengenal kita. Tahu persoalan kita dan peduli dengan kita. Cuma apakah kita sudah mengenalNya  ?
    • Menuntunnya keluar (ay.3c). Di tengah sulit dan banyaknya ancaman di luar kandang, gembala ini tidak membiarkan kita berjalan  sendirian. Bahkan Ia menuntun. Tidak membiarkan kita terjatuh. Tetapi ay.9 :  , ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    • Ia berjalan didepan dan domba-domba mengikutinya … (ay.4). Bersama gembala ini bagaimana pun yang harus kita dihadapi, pasti tidak akan ada yang tersesat. Dia tahu apa yang harus kita jalani untuk selamat.  
    • Mereka tidak mau mengikuti gembala pencuri dan perampok (ay.5).
    • Beginilah domba yang hidup bersama gembala yang sesungguhnya. Semoga dari antara Jemaat Tuhan tidak ada lebih tertarik dan senang  kepada gembala pencuri dan perampok ini.
  6. Jadi walau manusia hebat, tapi ia tidak lebih dari domba-domba. Banyak kelemahan dan keterbatasan. Tidak bisa hidup tanpa gembala. Kalau demikian apa yang perlu kita sombongkan ?. Sekarang banyak tersesat. Termakan racun (narkoba ?). Frustrasi, kecewa, masuk jerat (penjara, hawa nafsu, dlsb). Kenapa ? Tidak punya gembala ?. Bagaimana kita ?. Secara de jure, yang telah dibaptis di dalam nama Yesus adalah domba-domba milik Yesus. Dan Yesuslah Gembalanya. Dan lagi sangat menarik. Sebab dari antara domba-domba Kristus, Roh Kudus menetapkan menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah …” (Kis. 20 : 28). Artinya, dari antara kita ada ditetapkan Yesus menjadi penilik menggembalakan kita. Bukan malaikat. HambaNya. Cuma dalam de fakto, suara siapa yang kita dengar, yang paling nyaring dalam hidup ini ? Siapa berjalan di depan dan kita ikuti ? Hal ini sangat menentukan siapa menjamini hidup kita.
  7. Karena orang banyak tidak mengerti perumpamaan ini, Yesus mengatakan bahwa Ialah Pintu itu. Baik gembala maupun domba yang tidak masuk melalui Yesus (pintu), bukan domba Yesus dan tidak gembala. Tetapi pencuri dan perampok. Masuk dan keluar melalui Yesus (pintu), berarti percaya kepada Yesus. Hidup dan berbuat sesuatu di dalam Yesus. Kalau hamba Tuhan, ia hidup, bekerja untuk kepentingan domba dan Yesus. Tidak kepentingan pribadi. Ini pencuri. Yang membuat Yesus gembalanya, akan mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (ay.10). Luar biasa. Karena itu mari hidup hanya dalam Yesus. Tidak melalui pintu buatan sendiri, pintu pencuri dengan hiasan indah menarik ? Selaku domba Allah dan juga hamba Allah (Pendeta, Penatua, Diaken, dst) hidup dengan Yesus Gembala, pasti terjamin dan berkelimpahan. Selamat !. Amin.

Comments are closed.