Yesus Allah Yang Hidup, Tahu Keadaan Kita Dan Mau Mendengar Permohonan Kita

 

YESUS ALLAH YANG HIDUP, TAHU KEADAAN KITA

DAN MAU MENDENGAR PERMOHONAN KITA

KISAH RASUL 17 : 22 – 31

 

1)     Jaman kita, sudah sulit menemukan orang tidak beragama. Namun apakah kita sudah mengerti dan percaya, Tuhan yang kita sembah Dialah yang mengatakan : “Akulah Allah ?”. Mengatakan Dialah sumber hidup ? Yang memberitahu kehendakNya ?. Atau beragama, sebab naluri dan kata orang. Atau seperti orang dulu. Ada tempat agak ngeri, pernah terjadi sesuatu. Lalu tersebar isu. Dianggab “kramat”. Dan kramat, hampir di tiap kampung. “Kramat bigou pamalun”, jaman Pdt. A. Theis, di Aman Raya. Walau tidak satu pun dari kramat ini pernah terdengar menyebut ia allah, tuhan.. Semua hanya “katanya”. Lalu diikuti naluri alamiah seseorang.

2)     Demikian juga di Atena. Kota demokrasi pertama di dunia (abad 5 BC). Mungkin sejalan dengan sidang Aeropagus. Tempat menyampaikan pendapat-pendapat, ceramah, diskusi Filsafat, al : Filsafat Epikurus (341-270 BC) : mencari kesenangan : “perbuatlah apa yang menyenangkan, besok tidak tahu kau sudah mati”. Atau Stoa (340-265BC) : kebaikan tertinggi. Sehingga orang Atena pernah dikecam sebab lebih tertarik mendengar berita-berita terakhir dari pada menyelesaikan urusannya (bd.Luk.17:21). “Sangat beribadah kepada dewa-dewa” (ay.23). Yosephus mengatakan : orang Yunani yang paling mementingkan hal-hal agama. Namun pasti tidak satu pun dari dewa-dewinya pernah mengatakan dia allah. Tapi naluri, perasaan dan kata orang. Makanya ada bertuliskan : “Kepada allah yang tidak dikenal”. Pasti tidak dewa menuliskan ini. Selaku orang beragama, sudah jelas siapa “Tuhan” yang anda sembah ?

3)     Rasul Paulus tidak menyinggung penyembah dewa yang banyak itu. Itu sangat peka. Tapi dengan tepat, ia berkata : “Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan …” (ay.23c). Tentu perkataan ini sangat menarik bagi mereka. Walau Paulus tidak bermaksud mengatakan, allah yang mereka sembah, itulah allah sesungguhnya. Tetapi siapakah Allah itu, yang mereka sebut allah yang tidak dikenal ?. Karena itu dengan singkat Paulus menyebutkan siapakah  Allah yang sesungguhnya, yaitu :

a) Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya (ay.24 a). Ia bukan ciptaan. Atau hasil pikiran manusia. Ia Pencipta. Sumber segalanya. Sehingga tidak ada Allah yang sungguh selain Dia. Inilah Allah.

b) Ia Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil … (24 b). Jadi sangat tidak tepat apabila ada yang menyembah yang ada di langit (bulan, bintang, dewa-i). Mana mungkin pencipta tinggal di dalam buatan tangan manusia ?. Sekarang pun sudah jarang menyembah bulan, bintang dlsb. Tetapi memperilah harta, jabatan, “maniti ari, nasib” masih ada. Kenapa memperilah yang diciptakan ?.

c) Ia tidak dilayani tangan manusia. … tidak kekurangan apa-apa, Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu .. . (ay.25).  Jelas. Inilah Allah. Seandainya pun kita menyembah, memuliakan Dia, bukan karena Dia tidak mulia. Karena patut. Orangtua dihormati anaknya  bukan karena gila hormat. Tapi sebab patut. Layak.

d) Ia telah menjadikan semua bangsa … dari satu orang, untuk mendiami seluruh muka bumi dan musim …” (ay.26). Kalau manusia tidak satu asal, kenapa darah Keling boleh ke orang kulit putih ?. Kalau bukan satu penciptanya, mana ada kesamaan semua manusia ?. Belum lagi fakta DNA. Semua manusia hanyalah ciptaan dan penciptanya sama, satu Tuhan. Karena itu mari saling menghargai dan saling mengasihi.

e) Allah tidak jauh…. di dalam Dia kita hidup, bergerak, kita ada … (ay.27-28). Allah tahu keadaan kita. Mengerti dengan kita. Kita tidak ada tanpa Dia. Dialah Allah yang hidup. Lebih tandas bahwa Kita berasal dari keturunan Allah. Karena itu, kita tidak boleh berpikir keadaan illahi sama seperti emas, … ciptaan kesenian dan keahlian manusia (ay.29). Artinya, jangan ada lagi penyembahan kepada dewa-dewi ciptaan kamu. Itu bukan Allah. Tapi ciptaan dan karya manusia.  Masak disembah.

f)  Yang lebih mulia dan luar biasa, Allah tidak memperhitungkan dosa, kejahatan yang dilakukan … masa lalu. Sekarang Ia memberitakan … supaya bertobat (ay.30). Tidak seperti ilah-ilah lain. Sangat murka dan dendam kalau ada kesalahan penyembahnya. Ini ajarannya. Tetapi oleh Allah yang sungguh ini, mengampuni semua dosa manusia. Yang perlu bertobat  (metanoya).  Berbaliklah !. Ini harus. Sebab Ia telah menetapkan akan menghakimi dunia setelah Ia memberikan … suatu bukti tentang itu, dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati (ay.31). Bertobatlah sebelum datang hari penghakimanNya.

4) Menjadi pertanyaan, selaku pengikut Yesus, Allah yang bagaimana yang kita imani dan hayati serta sembah dalam hidup kita ?. Sudah Yesus, Allah Pencipta, Penebus dan Allah yang akan datang menghakimi dunia ?. Allah yang hidup. Yang tahu masalah kita. Yang dekat dan bersama-sama dengan kita ?. Hanya Dia Allah yang mau mendengar Doa kita. Yang perlu, sudah tobat setiap saat dan berbalik hnya menyembah Dia ?. Amin.

Comments are closed.