Ringkasan Kotbah Kebaktian Parnaik Ni Tuhan Jesus

GABE SAKSINI KRISTUS 

(Kisah Para Rasul 1 : 1 – 11).

Oleh: Pdt. Edison Munthe.

Ke-allah-an Tuhan Yesus dipertanyakan saat Ia mati disalibkan. Benarkah Ia adalah Allah yang maha kuasa ? Sesudah Ia bangkit, Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada segelintir orang dengan hadir di tengah-tengah ruangan tertutup, namun ketika Ia terangkat ke surga dan disaksikan oleh orang banyak, Tuhan menyatakan bahwa Ia adalah Raja, Allah yang Maha Kuasa.

Lagu BE no. 79 : 1-2

1. Jesus Kristus in do Raja, ipabangkit Naibatanta
Manggomgomi hajojor, manggomgomi hajojor,
Janah ganup hajolmaon, ningon Bani do mar Tuhan
Iakuhon in botul, iakuhon in botul

2. Haganupan Malekat-Ni manlioti paratas-Ni.
Pasangapkon Raja in, Pasangapkon Raja in.
Na humbabou markuasa harajaon i tanohta.
Mangirikkon titah-Nin, mangirikkon titah-Nin

Menyatakan keallahan Tuhan Yesus di dalam hidup kita. Sia-sialah apabila Tuhan Yesus telah bangkit, hidup dan naik ke surga namun kita tidak mempercayainya. Kenaikan Tuhan Yesus disaksikan murid2Nya dan orang banyak adalah cara Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya.

Yang menjadi perenungan : Bagaimana Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya dalam hidup kita pribadi ?. Adakah kita menyadari bahwa di dalam setiap aspek kehidupan kita, Tuhan memperkenalkan diri-Nya, di dalam pelayanan kita, pandidion hari ini, di dalam kegiatan rencana pembangunan gereja GKPS Cikoko, dll ? Semuanya itu mengarah kepada suatu titik, yaitu cara Allah memperkenalkan diri-Nya.

Perenungan berikutnya : ketika kita menyadari bahwa Tuhan telah memperkenalkan diri-Nya dan telah memberikan kita kuasa-Nya, apakah kita menyadari ada maksud Tuhan atas hidup kita masing-masing dan bagaimana respon kita terhadap itu semua ?

Tuhan meminta kita untuk menjadi Saksi-Nya. Ya, menjadi Saksi Kristus sampai keujung-ujung dunia. Semua kita diangkat menjadi Saksi Kristus.

2 Korintus 5 : 20 “Ase utusan ni Kristus do hanami, sahira Naibata do mangojur marhitei hanami. Gantih ni Kristus do hanami mangelek: “Sai ra ma nasiam padearon bani Naibata!”. Menyatakan “sahira” bahwa seorang utusan Kristus merupakan representasi dari Kristus itu sendiri. Pelayan gereja, majelis gereja , jemaat gereja , singers, pemain musik, guru sekolah minggu merupakan representasi dari Kristius, sehingga mampukah kita untuk sungguh-sungguh mencerminkan/merepresentasikan dari Kristus sendiri. Ayat tersebut juga menngingatkan kita untuk menjadi pribadi yang teladan yang mau  membujuk/mangelek jemaat untuk diperdamaikan dirinya kepada Kristus. 

Blessing

Comments are closed.