Hati anak siapakah yang tidak bergirang ria dan bahagia ketika di hari ulang tahunnya atau karena kelulusannya, sang ayah memberi hadiah istimewa berupa barang kesayangnya; entahkah sebuah handphone blackberry, mobil, kalung, atau pun hanya coklat kesayangannya. Pokoknya apa yang kita sukai, dan diberikan ketika ada moment khusus dalam hidup  maka itulah hadiah istimewa yang pernah kita terima.

Jika Anda membaca Injil hari ini dari Yohanes 10:22-30 dan mencoba memaknai setiap ayat maka Anda akan menemukan sebuah ungkapan cinta yang mempesona dari Yesus kepadamu. Coba tenangkanlah hatimu, baca dan renungkanlah kata-kata ini: “Bapa-Ku yang memberikan mereka (engkau) kepada-Ku…Dan, Aku tak akan membiarkan seorang pun merebut mereka (engkau) dari  tangan-Ku.” Wow, bukankah dengan sabda ini, Yesus mau mengatakan bahwa engkau sungguh berarti di mata dan hati-Nya? Inilah kebenarannya bahwa “engkaulah hadiah istimewa dari Bapa untuk-Nya.”  Karena engkau adalah hadiah istimewa dari Bapa kepada-Nya, maka Yesus bukan hanya menuntunmu bagaikan sang gembala menuntuntun domba-dombanya ke padang tiap pagi dan membawanya pulang setiap petang; Ia bukan saja menggendong dan menyusuimu (memberi makan) seperti seorang ibu kepada anak bayinya; tapi lebih dari itu, Ia sendiri telah memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi dosa-dosamu agar keselamatan menjadi milikmu. Bukan saja itu, Ia pun tetap memberikan Tubuh dan Darah-Nya sebagai bekal bagimu selama kehidupanmu di dunia ini. Karena itu, wajarlah para malaikat memandang iri kepadamu karena cinta-Nya yang luar biasa, yang tak pernah mereka rasakan dan miliki, yakni ketika engkau menyatap Tubuh dan Darah-Nya setiap kali engkau hadir dalam perayaan ekaristi.

Saudaraku, jika pagi ini engkau disapa secara luar biasa oleh Yesus dengan mengatakan bahwa engkaulah hadiah terindah Allah Bapa kepada-Nya, maka saya hanya mendatangimu sebagai sahabatmu dan mengajakmu untuk merenungkan yang satu ini sambil bertanya diri; “Apa kerinduan terdalammu hari ini kepada dan terhadap Yesus?” Jika Ia menganggapamu sebagai “hadiah istimewa” dari Bapa kepada-Nya, maka tanyakanlah jiwamu saat ini, siapakah Yesus bagimu?

Gambaranmu  tentang siapakah Yesus sangat mempengaruhi caranya Anda berelasi dengan Dia selama hidup terberi kepadamu. Ingatlah akan relasi si pemabuk dalam renungan malam dua hari yang lalu. Yesus adalah sahabat karibnya sehingga ia benar-benar menikmati kehadiran-Nya sebagai seorang sahabat. Jika saja engkau mengerti betapa besarnya, tingginya, luas dan dalamnya cinta Yesus kepadamu, maka tentunya tidak ada alasan bagimu untuk mencintai yang lain selain Dia, Yang adalah pemberian istimewa dari Allah bagimu demi keselamatan jiwamu kelak. Siapa saja boleh datang kepadamu dan menawarkan segala bentuk kekayaan, pangkat dan kedudukan, kemewahan, cinta dan kasih serta jaminan keamanan tapi hanya seorang pribadi yang mampu menawarkan keselamatan bagi jiwamu kelak yakni Yesus. Kalau Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, maka tentunya Keselamatan adalah jaminan bagimu jika saja engkau tetap percaya kepada-Nya dan melakukan perintah-perintah-Nya.

Saudaraku, pilihan ada di tangan Anda saat ini. Buatlah pilihan yang cerdas dan bijaksana, yang bukan hanya demi memuaskan keinginanmu semata di dunia ini tapi terlebih demi keselamatan jiwamu kelak. Apa yang menyenangkan tubuhmu saat ini belum tentu menyelamatkan jiwamu kelak, tapi penderitaan karena Yesus pasti memberikan jaminan bagi keselamatan jiwamu.

Sumber : http://www.suarawajarfm.com/2015/04/27/3760/renungan-injil-yoh-10-22-30.html