Mau Berhasil ? Apa Tujuan Dan Siapa Komandan Kita ? (2 Timoteus 2 : 1 – 7)

  • Dimana ada manusia tanpa masalah, kesusahan dan penderitaan ? Bahkan ada pendapat, banyaknya maslah dan penderitaan manusia sama dengan rambutnya. Artinya tidak terbilang dan terus saja ada. Lain lagi bila seorang Kristen. Mengikut Kristus bahkan menjadi pelayan di jemaatNya tidak meniadakan atau mengurangi kesusahan dan penderitaan. Ada lagi penderitaan yang tidak terhindarkan karena imannya. Cuma penderitaan itu bukan kesusahan. Tetapi kasih karunia sebab dapat menderita bersama Kristus. Demikian Timoteus. Bukannya ia tanpa masalah, kesusahan dan penderitaan dalam pelayanannya di Epesus. Untuk itu ia diingatkan dan diteguhkan Rasul Paulus akan panggilannya sebagai pengikut Kristus dan pelayan di Jemaat. Yaitu supaya ia tetap berusaha menjadi kuatoleh karena kasih karunia yang diterimanya. Bukan karena kemampuan dirinya, atau kuasa duniawi. Dan kasih karunia Kristus memberikan ia kualitas pribadi sehingga ia berbeda dengan dunia, walau ia masih hidup di dunia.
  • Jadi apapun yang dihadapi Timoteus, oleh kasih karunia dan panggilannya, ia harus kuat menghindari berbuat dosa dan kesalahan serta siap menderita karena Kristus. Ini konsekwensi iman dan kalau mau hidup berkualitas. Karena itu Paulus mengangkat tiga profesi hidup yang layakdipedomani :
    1. Seperti seorang prajurit, tetap fokus dan taat kepada komandannya. Tidak pada yang dipikirkan, perasaan, suasanadan kepentingannya. Nah, siapa menjadi komandan dalam hidup kita  ? Diri kita, kata atau pendapat orang, harta dan kuasa dunia ? Wajar bila kita tidak kuat dan selalu kalah sebab semua itu terbatas, berobah-obah dan fana. Bodoh. Mau diatur, dikomando yang terbatas dan fana ? Seorang prajurit yang sungguh, tidak akan dan mau melakukan apa pun tanpa komandan. Mari menjadi Kristen yang fokus pada Kristus saja sebagai komandan  yang kita dengar. Maka kita pasti kuat, menang dan berkualitas.
    2. Seperti seorang olah ragawan (atletik) yang bersedia hidup berkorban, berlatih dan mendisiplinkan diri untuk menang dan mendapat upah. Tanpa mau berlatih, disiplin dan menuruti aturan main, akan kalah, malu dan habis. Kalau ada orang Kristen yang jatuh bangun, tidak kuat dan mampu berjuang di arena hidup, mari mau berkorban untuk berlatih dan mendisiplinkan diri sesuai firman Tuhan.
    3. Seperti seorang petani, yang siap bekerja keras, setia dan sabar dengan kepastian hasilnya akan ia terima pada saatnya. Sekarang banyak orang Kristen, hamba Tuhan yang tidak setia dan bersemangat. Sebagian kecewa, tidak dapat bersukacita, sebab maunya terus panen, tidak usah kerja keras, jangan ada masalah dan penderitaan lagi. Semua maunya beres. Mengikut Yesus tidak ada hidup yang beginian ?
  • Dari ketiga profesi di atas menunjukkan bahwa hidup pengikut Kristus harus fokuspada tujuan, taat pada peraturan, mempunyai daya juang dan kesabaran tinggi, tabah dan berpengharapan akan hasil akhir yang baik, semangat kerja keras dan setia sampai akhir. Ini persyaratan supaya menang, berkualitas dan mendapat upah di dunia dan di sorga. Seperti Timoteus tidak ditentukan umur dan status. Atau banyaknya ancaman dan penderitaan yang harus dihadapi. Tetapi karena ia kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus maka ia berhasil dan menang melampaui semuanya. Resepnya, ia mau ikut menderita sebagai seorang prajurit yang baik, seperti seorang atletik dan petani  yang bekerja keras.
  • Di dunia kita makin hari makin susah dan berat. Makin banyak orang galau, stress bahkan putus asa. Menghadapi kondisi ini banyak orang menggunakan berbagai cara dan usaha. Dan makin banyak orang tidak bisa bernyanyi lagi kecuali mendengar nyanyian orang : di Night Club, Karaoke, atau mengasyikkan diri dengan HP-nya. Syukur kalau di Jemaat kita masih banyak yang mau dan bisa bernyanyi (Pemuda, Bapa, Wanita, Sekolah Minggu). Namun harus kita ingat, dan juga fakta. Apa pun cara-cara, usaha dan semua persiapan duniawi ini, tidak akan dapat memberi keberhasilan melampaui semua kesusahan, penderitaan dan beratnya hidup ini. Hanya oleh kasih karunia di dalam Kristus, kita menjadi kuat dan berhasil mendapat jalan keluar atas kesulitan apa pun yang harus kita hadapi. Kita ingat Yusuf dipenjara, Musa dihadapan Firaun, Daud dan Saul, Paulus dalam misi PI-nya sampai di penjara sekali pun, dlsb. Yang perlu siapa komandan dan pemberi komando yang kita dengar dan turuti ?.
  • Dalam nats khotbah kita hari ini, bagaimana umat Israel yang baru pulang dari pembuangan Babel berhasil membangun kembali Bait Allah walau mereka dalam penderitaan. Kuncinya, mereka mau mendengar komando Allah, para nabi dan pemimpin mereka. Demikian pembangunan gedong gereja kita. Maukah kita mendengar dan melakukan komando Allah, sehingga Ia membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan (Maleaki.3 : 10 – 11).

Pdt. Ch. E. Purba

Comments are closed.